POLIKISTIK RENALIS PADA ANJING GOLDEN RETRIEVER

POLIKISTIK RENALIS PADA ANJING GOLDEN RETRIEVER

 

Leni Maylina1*, Sitaria F. Siallagan2, Dondin Sajuthi1, Anita Esfandiari1, Sus Derthi Widhyari1, Retno Wulansari1, Setyo Widodo1, Agus Wijaya1, Chusnul Choliq1, R.P. Agus Lelana1, Arief Purwo Mihardi1

 

1Bagian Penyakit Dalam, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi (KRP), Fakultas Kedokteran

Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB) , 2Rumah Sakit Hewan Pendidikan FKH IPB

 

*korespondensi: lenimaylina@gmail.com

 

ABSTRAK

Anjing Golden Retriever jantan bernama Mora dengan usia 7 tahun dan berat badan 30,7 kilogram dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan FKH IPB dengan keluhan tidak mau makan, muntah dan tidak bisa jalan. Gejala klinis yang terlihat nyata saat dilakukan pemeriksaan fisik adalah terkesan kesakitan saat dilakukan palpasi pada regio abdomen (terutama epigastrium dan hipogastrium).  Hasil  pemeriksaan  hematologi  terlihat  nyata  anemia,  leukopenia  dan trombositopenia parah. Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan adanya hepatomegali, splenomegali, sistitis serta polikistik renalis bilateral. Anjing Mora didiagnosis polikistik renalis dengan prognosis infausta.

 

Kata kunci : polikistik renalis, anjing golden retriever

 

Signalemen

Anjing Golden Retriever jantan bernama Mora dengan usia 7 tahun dan berat badan 30,7 kilogram.

 

Anamnesa

Anjing Mora dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan FKH IPB dengan keluhan tidak mau makan, muntah dan tidak bisa jalan.

 

Gejala klinis

Gejala klinis yang terlihat nyata saat dilakukan pemeriksaan fisik adalah terkesan kesakitan saat dilakukan palpasi pada regio abdomen (terutama epigastrium dan hipogastrium). Hasil pemeriksaan menunjukkan frekuensi denyut jantung 72 kali per menit dan frekuensi nafas 56 kali per menit.

 

Hasil uji pendukung

 

Tabel   1   menunjukkan   hasil   pemeriksaan   hematologi   dan   Tabel   2   menunjukkan pemeriksaan kimia darah pada anjing Mora.

 

Tabel 1 hasil pemeriksaan hematologi anjing Mora

Parameter (Satuan) Nilai Normal Hasil Interpretasi
Eritrosit (x106/µL) 5.5 – 8.5 4.17 Menurun
Hemoglobin (g/dL) 12 – 18 8.3 Menurun
Hematokrit (%) 37 – 55 25.13 Menurun
MCV 60 – 77 60 Normal
MCHC 31 – 34 33.1 Normal
Indeks eritrosit
Trombosit (x103/µL)
175–500 0 (triplo) Normositik normokromik
Menurun
Leukosit (x103/µL) 8 – 17 2.56 Menurun
Limfosit (%) 12 – 30** 20.4 Normal
Monosit (%) 3 – 10** 3.7 Normal
Neutrofil (%) 62– 87** 74.8 Normal
Eosinofil (%) 2 – 10** 1.2 Menurun
Basofil (%) 0 – 1** 0 Normal
Limfosit (x103/µL) 0.72 – 5.1 ** 0.52 Menurun
Monosit (x103/µL) 0.18 – 1.35 ** 0.1 Menurun
Neutrofil (x103/µL) 3.6 – 13.1 ** 1.92 Menurun
Eosinofil (x103/µL) 0.12 – 0.75** 0.03 Menurun
Basofil (x103/µL) 0 – 0.17 ** 0 Normal
MCV: Mean Corpuscular Volume; MCHC: Mean Corpuscular Haemoglobin Concentration;
*Morgan (2008); **Tilley dan Smith (2011)
Tabel 2 hasil pemeriksaan kimia darah anjing Mora
Parameter (Satuan) Nilai Normal Hasil Interpretasi
Albumin (g/dl) 2.5 – 4.4 2.5 Normal rendah
Total protein (g/dl) 5.4 – 8.2 7.9 Normal
Globulin (g/dl) 2.3 – 5.2 5.3 Meningkat
Alkalin pospatase (ALP) (u/l) 20 – 150 153 Meningkat
Alanin transferase (ALT) ) (u/l) 10 – 118 18 Normal
Total bilirubin (mg/dl) 0.1 – 0.6 0.4 Normal
Blood urea nitrogen (BUN) 7 – 25 7 Normal rendah
Kreatinin (mg/dl) 0.3 – 1.4 1 Normal
Kalsium (mg/dl) 8.6 – 11.8 8.9 Normal
Fosfor (mg/dl) 2.9 – 6.6 3.3 Normal
Glukosa (mg/dl) 60 – 110 93 Normal
Amilase (u/l) 200 – 1200 672 Normal
Natrium (mmol/l) 138 – 150 132 Menurun
Kalium (mmol/l) 3.7 – 5.8 4 Normal

Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan adanya hepatomegali, splenomegali, sistitis serta polikistik renalis bilateral.

 

Diagnosa

Diagnosa yang diperoleh dari pemeriksaan anjing Mora adalah polikistik renalis disertai trombositopenia parah.

 

Prognosa

Prognosa dari kasus ini adalah infausta

 

Hasil kajian/analisis dan pembahasan

Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada anjing  Mora terlihat area sakit pada abdomen (terutama epigastrium dan hipogastrium) sehingga anjing cenderung tidak mau jalan.   Hasil pemeriksaan hematologi terlihat nyata anemia dan leukopenia, namun kimia darah tidak terlalu menunjukkan kejelasan untuk membantu diagnosis lebih lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan USG dilakukan untuk membantu mencari penyebab masalah anjing Mora. Selain hepatomegali, splenomegali dan sistitis, anjing Mora didiagnosis polikistik renalis bilateral. polikistik renalis (penyakit ginjal polikistik/PKD) ditandai dengan kista-kista multipel, bilateral, dan berekspansi yang lambat laun mengganggu dan menghancurkan parenkim ginjal normal akibat penekanan. Ginjal dapat membesar dan terisi oleh kelompok kista-kista yang menyerupai anggur. Kista-kista tersebut terisi oleh cairan jernih atau hemoragik dan mudah terjadi komplikasi seperti infeksi yang berulang, hematuria, poliuria, dan ukuran mudah membesar. Penyakit polikistik sering berlanjut menjadi gagal ginjal (Price dan Wilson 2006).

Perjalanan umum gagal ginjal kronik dapat dilihat dari kadar BUN dan kreatinin darah. Gagal ginjal kronik diawali dengan penurunan cadangan ginjal. Pada stadium ini kadar BUN dan

kreatinin normal dengan pasien asimptomatik. Hal ini terlihat pada hasil pemeriksaan BUN dan

 

kreatinin pada anjing Mora. Sindrom uremik adalah suatu kompleks gejala yang terjadi terkait dengan retensi metabolit nitrogen karena gagal ginjal. Anemia normositik dan normokromik yang khas selalu terjadi pada sindrom uremik. Anjing Mora mengalami anemia normositik normokromik yang termasuk anemia non-regeneratif. Penyebab utama anemia adalah berkurangnya pembentukan eritrosit akibat defisiensi pembentukan eritropoietin oleh ginjal. Toksin uremik dapat menginaktifkan eritropoietin atau menekan respons sumsum tulang terhadap eritropoietin. Masa hidup  eritrosit  pada  pasien  gagal  ginjal  hanya  separuh  dari  masa  hidup  normal  eritrosit. Peningkatan hemolisis eritrosit disebabkan oleh kelainan kimia plasma. Anjing Mora juga mengalami trombositopenia yang sangat parah (pemeriksaan diulang 3 kali) serta ada muntah dimana merupakan manifestasi gangguan saluran cerna. Perdarahan saluran cerna merupakan manifestasi gangguan pembekuan. Gangguan ini disebabkan oleh gangguan kualitatif trombosit yang  mengakibatkan  gangguan  adhesi  dan  pembekuan  darah  (Price  dan  Wilson  2006). Mekanisme  spesifik  trombositopenia  kemungkinan  disebabkan  oleh  multifaktor  diantaranya penyakit infeksius, neoplasma dan obat-obatan (Stockham dan Scott 2002).  Pada kondisi ini terdapat gangguan granulosit, limfosit dan monosit-makrofag (Price dan Wilson 2006). Anjing Mora mengalami leukopenia, neutropenia, limfopenia dan monositopenia. Menurut Davies dan Shell (2002), interpretasi neutropenia yang disertai dengan leukopenia lainnya, anemia dan trombositopenia terkait dengan infeksi Erlichia canis. Jika hasil pemeriksaan titer E. Canis negatif, diperlukan evaluasi sitologi sum-sum tulang untuk melihat kemungkinan adanya neoplasia dan lainnya. Trombositopenia seringkali terjadi pada kondisi hepatomegali yang disertai spenomegali (Price dan Wilson 2006; Davies dan Shell 2002). Hepatomegali dan splenomegali juga terjadi pada anjing Mora.

Diagnosis dini dan pengobatan hipertensi secara agresif dapat memperbaiki prognosis. Pengobatan pada pasien bertujuan untuk mencegah komplikasi dan memelihara fungsi ginjal.

Pasien memiliki kecenderungan untuk kehilangan garam, sehingga harus dicegah supaya asupan

garam memadai dan tidak terjadi dehidrasi (Price dan Wilson 2006). Hal ini terlihat dari gambaran penurunan ion natrium pada anjing Mora.

POLIKISTIK RENALIS PADA ANJING GOLDEN RETRIEVER

 

Kesimpulan

Anjing Mora didiagnosis polikistik renalis dengan prognosis infausta.

 

 

 

Referensi

Davies  C,  Shell  L.  2002.  Common  Small  Animal  Diagnoses.  An  Algorithmic  Approach.

Philadelphia: WB Saunders Company.

Morgan RV. 2008. Handbook of Small Animal Practice. Ed ke-5. Vol 2.

Price SA dan Wilson LMC. 2006. Pathophysiology. The Concept of Clinical Disease Processes. Ed ke-6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Stockham SL, Scott MA. 2002. Fundamentals of Veterinary Clinical Pathology. State Avenue,

Ames, Iowa: A Blackwell Publishing Company.

Tilley LP, Smith JR. 2011. Blackwell’s Five-Minute Veterinary Consults Canine and Feline. Ed ke-

  1. Philadelphia: Tilley Blackwell.

 

Extended Abstract dimuat dalam prosiding MUNAS ADHPHKI Bali, 21-23 Februari 2016