Perkuat Kerjasama dengan Jepang, FKH IPB University Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional AJIVE 2021

Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Jepang dalam bidang kedokteran hewan. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE). Lembaga ini terdiri dari 11 Fakultas Kedokteran di Indonesia dan 5 Fakultas Kedokteran di Jepang. Fokus kegiatan dari AJIVE adalah kolaborasi di bidang riset dan teknologi kedokteran hewan antar dua negara.

AJIVE rutin mengadakan simposium internasional setiap tahun. Pada tahun ini IPB University terpilih sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan simposium AJIVE yang kelima. Kegiatan dilaksanan pada (13/2) secara daring.

Simposium ini dibagi dalam beberapa kegiatan, dari pembukaan, diskusi para dekan, dan presentasi ilmiah di bidang keilmuan kedokteran hewan.

Rektor IPB University,  Prof Dr Arif Satria berkesempatan membuka acara. Rektor mengungkap bahwa perubahan di masa pandemi harus direspon dengan pemutakhiran sistem pembelajaran. Mutu pendidikan yang baik harus terus dijaga. Salah satunya adalah dengan agenda kolaboratif antar perguruan tinggi di tingkat global.

“Banyak kegiatan kerjasama telah dilakukan misalnya pertukaran pelajar dan kolaborasi riset. Kegiatan ini harus terus dipertahankan selama masa pandemi. Kerjasama di bidang riset dan teknologi antara Indonesia dan Jepang adalah hal yang penting untuk dilanjutkan. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki segala aspek kehidupan,” ungkap Prof Arif Satria.

Pendidikan kedokteran hewan di Bogor memiliki sejarah yang panjang. Pertama kali sekolah kedokteran hewan didirikan di Bogor pada tahun 1928. Hal ini menjadi cikal bakal terbentuknya Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University. Hal ini menjadikan fakultas ini menjadi fakultas kedokteran hewan pertama dan tertua di Indonesia.

Pada kegiatan pembukaan AJIVE ini, beberapa dekan diberikan waktu untuk memberikan sambutan sebagai perwakilan dari dua negara. Selain itu juga setiap perwakilan fakultas kedokteran hewan tiap universitas memperlihatkan video profil fakultasnya. Tidak terkecuali lima universitas dari Jepang, yaitu Yamaguchi University, Kagoshima University, Tottori University, Gifu University, dan Miyazaki University.
Prof Masato Shinji dari Yamaguchi University sekaligus perwakilan AJIVE Jepang menyampaikan tentang kerjasama antar universitas yang tergabung di AJIVE yang terjalin selama ini.

Fakultas kedokteran dari lima universitas yang ada di Jepang setiap tahunnya selalu menerima mahasiswa dari Indonesia. Selain program pertukaran pelajar juga dilakukan kolaborasi di bidang riset.

“Kami selalu menerima mahasiswa dari Indonesia untuk belajar di sini setiap tahunnya. Berbagai riset dan pengembangan terus dilakukan antar universitas. Selama masa pandemi kita harus melakukan perbaikan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Semoga kerjasama ini terus berlanjut ke depannya,” ungkap Prof. Masato Shinji dari Yamaguchi University.

Pada sesi berikutnya tiap peneliti yang mengikuti kegiatan simposium melakukan presentasi ilmiah pada ruang virtual yang telah disiapkan. Peserta dibagi dalam enam ruangan berbeda sesuai dengan topiknya masing-masing. Selain itu juga para dekan melakukan diskusi untuk merumuskan kerjasama antar universitas yang tergabung di AJIVE.  (Nv/Zul)

Sumber :